“Kita upload foto aja udah cukup kok, video ribet dan makan waktu.” Kalimat ini sering banget kedengeran dari owner hotel atau villa yang masih ragu invest ke video. Padahal, di tahun 2026 ini, algoritma hampir semua platform udah jelas-jelas condong ke video.
Tapi bukan berarti foto jadi nggak penting juga. Yang perlu dipahami itu bukan “foto vs video, pilih salah satu,” tapi kapan pakai yang mana, dan di platform apa. Yuk kita bahas satu-satu.
Kenapa Ini Nggak Bisa Disamaratakan?
Setiap platform punya cara kerja algoritma yang beda, dan audiensnya juga dateng dengan ekspektasi yang beda. Orang buka TikTok biasanya lagi santai dan mau di-entertain cepat. Orang buka Instagram kadang buat cari inspirasi visual yang lebih tenang. Orang buka OTA (Booking.com, Agoda, Traveloka) itu udah dalam mode “mau mutusin,” bukan sekadar scroll iseng.
Kalau kontennya disamain semua, hasilnya biasanya nanggung di semua platform.
Instagram: Kombinasi Reels dan Foto Estetik
Instagram sekarang jelas memprioritaskan Reels di algoritmanya reach organik dari Reels biasanya jauh lebih tinggi dibanding single post foto. Tapi foto tetap punya peran penting, terutama buat feed grid yang jadi “etalase” pertama kali orang cek profil kamu.
Yang paling works di Instagram:
- Reels pendek (15-30 detik) yang nunjukin suasana pagi hari di properti, proses check-in, momen santai tamu
- Carousel foto yang menceritakan satu ruangan dari berbagai angle
- Feed grid yang konsisten temanya biar keliatan terkurasi
TikTok: Konten yang Terasa Otentik, Bukan Terlalu “Polished”
Ini yang sering salah dipahami banyak yang treat TikTok kayak Instagram, upload video yang terlalu rapi dan editan berat. Padahal audiens TikTok justru lebih suka konten yang terasa raw dan real, walau tetap harus punya hook yang kuat di 2-3 detik pertama.
Yang paling works di TikTok:
- Video POV, misal “POV: kamu baru check-in dan ini yang kamu lihat pertama kali”
- Behind the scenes yang nggak terlalu diedit berat
- Trend audio atau format yang lagi rame, disesuaikan sama konteks properti kamu
OTA (Booking.com, Agoda, Traveloka): Foto Berkualitas Tinggi adalah Raja
Di OTA, ceritanya beda lagi. Orang yang buka listing kamu di sini udah dalam mode decision making, bukan lagi scroll santai. Video memang mulai didukung di beberapa platform OTA, tapi foto tetap jadi elemen utama yang paling menentukan.
Yang paling penting di OTA:
- Foto kamar dari berbagai angle, termasuk detail-detail kecil (kamar mandi, view, fasilitas)
- Resolusi tinggi dan pencahayaan natural jangan sampai foto keliatan gelap atau pecah
- Urutan foto yang strategis: mulai dari yang paling menarik/representatif di depan
Jadi, Mana yang Harus Diprioritaskan?
Kalau resource kamu terbatas dan harus milih fokus dulu ke mana, ini urutan yang aku saranin:
- Foto berkualitas tinggi untuk OTA dan website ini pondasi paling dasar karena langsung berhubungan sama keputusan booking
- Reels untuk Instagram buat jangkauan dan awareness, karena reach organik masih cukup besar
- TikTok kalau target market kamu emang audiens yang lebih muda atau domestik yang aktif di platform ini
Bukan berarti yang lain diabaikan, tapi kalau harus mulai dari mana, urutan ini biasanya paling logis dari segi ROI.
Intinya:
Foto dan video itu bukan kompetisi, tapi kolaborasi masing-masing punya peran beda tergantung platform dan tujuan kontennya. Yang penting adalah paham konteks tiap platform, biar effort yang kamu keluarin nggak sia-sia karena salah format di tempat yang salah.
Kalau kamu masih bingung mulai dari mana atau ngerasa kontenmu selama ini “nanggung” di semua platform, itu tanda bagus buat mulai evaluasi strategi konten kamu.
DYVO Creative bisa bantu kamu bikin strategi konten yang disesuaikan per platform dari produksi foto dan video sampai penempatan yang tepat biar semuanya kerja maksimal. Yuk diskusiin kebutuhan konten properti kamu.
